Reader advisor: Tulisan ini tidak dibuat untuk mendiskreditkan satu atau beberapa profesi. Tulisan ini hanya memaparkan fakta yang seharusnya tidak tersembunyi. Penulis berharap dengan informasi ini, Anda semakin galau, mendapatkan masukan positif dan semakin maju lagi dalam segala aspek kehidupan. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mari kita berhitung sejenak bagi teman-teman komikus lokal dan <yang bercita-cita> jadi komikus. Ini adalah fakta yang mau gak mau akan kalian pikirkan kalau sudah sampai "umurnya"

Studi khasusnya komikus yang tinggal di Jakarta dan hanya mengandalkan komik cetak di indonesia, berstatus single.
Berbagai asumsi:- Menulis sebuah buku komik, 180 halaman kira-kira dapat dikerjakan dalam waktu 3 bulan dengan 1 orang asisten (speed: 2 page per day).
- Naskah diproses (asistensi dengan editor), antri diterbitkan, diterbitkan, didistribusikan, sampai ke royalti pertama diterima, jaraknya 6 bulan.
- Jadi, total waktu yang diperlukan untuk memetik hasil dari kerja keras +- 9 bulan.
- Buku dicetak anggap saja rata-rata 3000 eksemplar.
- 1 Buku dicetak ulang rata-rata 3x (wow... terlalu berlebihan sepertinya..
) - Harga buku komik: Rp.22.000,- (hanya asumsi, setelah harga BBM naik). Harga buku sebelum pajak +- Rp.20.000,- (untuk mempermudah perhitungan)
Hitung-hitung royalti:Royalti = (15% * Oplah cetak * harga buku sebelum pajak) - 15% pajak penghasilan
Max royalti 1 cetak = (0,15 * 3000ex * Rp.20.000,-) - 15% pajak penghasilan =
Rp.9.000.000,- - (9.000.000 * 0,15) = Rp.9.000.000,- - Rp.1.350.000,- +-
Rp. 7.650.000,-Dapatnya kapan? kalo komiknya laku keras, nilai segini bisa didapatkan kira kira 3 bulan setelah distribusi maksimal. Jadi anggap saja 1 tahun semenjak proses pembuatan komik, kita dapat memetik hasil MAKSIMAL sebesar Rp. 7.650.000,- untuk 1 buku komik.
1 tahun anggap saja bisa bikin 3 buku komik (9 bulan kerja, 3 bulan libur-libur). Jadi
penghasilan setahun MAKSIMAL Rp.22.950.000,-Sekarang, coba dihitung biayanya....
Anggap saja komiknya full digital, jadi tone-tone mahal lupakan dulu deh...
Bayar asisten 1 orang, Upah Minimum Kota (UMR 2012) DKI Jakarta Rp1.529.150,-
Sumber:
http://sariful.com/umr-2012-untuk-daerah-dki-jakarta-depok-bogor-tangerang-bekasi-dan-daerah-lainnya-di-indonesia.htmlBiaya asisten setahun: Rp1.500.000,- * 12 = Rp.18.000.000,-
Biaya listrik, air (atau kost), internet, makan,
BENSIN, rekreasi di jakarta anggap saja per bulan Rp.3.000.000,-, setahun = Rp.36.000.000,- Itu belum ada tanggungan anak-istri.
Jadi, total penghasilan = Rp.22.950.000,-
total beban = Rp.54.000.000,- setiap tahun.
Jadi, sang komikus menderita kerugian Rp.31.050.000,- setiap tahun.Komik untuk jangka panjang? oke.... skarang kita coba hitung 5 tahun aja ya...
Karena investasi jadi tahun ke 5 baru "mengunduh" hasil komik yang dibuat dari tahun 1-4. Dalam 4 tahun bisa bikin 12 buku komik (wuih.... super produktif kalo di indonesia)...

Asumsi: komik tahun pertama - ketiga sudah dicetak ulang 3x karena saking lakunya. Jadi total oplah 9.000 eksemplar untuk 9 buku pertama, dan 3000 eksemplar untuk 3 buku tahun keempat. Sakti nih komikus.. laku semua bukunya. (9.000 * 9) + (3 * 3.000) = 90.000 Bukunya ludes terjual.
(Rp. 7.650.000,- * 3 * 9) + (Rp. 7.650.000,- * 3) =
Rp. 229.500.000,-banyak yaaaa~ skarang hitung beban selama 5 tahun.
Rp.54.000.000,- * 5 =
Rp.270.000.000,-Wah, lumayan...
CUMA DEFISIT Rp.40.500.000,-.
Berhubung penghasilan bikin komik ga pengaruh sama posisi, gimana kalau kita memperkecil beban dengan pindah ke kota kecil? Misalnya YOGYAKARTA (kota saya)... Ayo dihitung bebannnya...
Perbulan kalau di YOGYAKARTA bisa hidup PAS PAS AN dengan Rp.1.000.000,- perbulan. Jadi = Rp.60.000.000,- untuk 5 tahun. UMR pegawai (untuk asisten) di Yogyakarta = Rp 892.660,- * 5 tahun = Rp.54.000.000,- (dibulatkan). Jadi
total beban kalau hidup di Yogyakarta + bayar 1 asisten selama 5 tahun = Rp. 114.000.000,-So,
Rp. 229.500.000,- -
Rp. 114.000.000,- =
Rp.115.500.000,-Banyak ya? masa sih? Kapan mau beli rumah? kapan mau beli mobil? kapan mau jalan-jalan ke luar negri? kapan kapan....

Itulah sebabnya ketika komikus sudah diatas umur 25 tahun, banyak yang pindah jalur

----------------------------------------------------------------------------------
Bandingkan sama hitung-hitungan kasar seorang lulusan S1 dari jurusan IT yang "lumayan" lah... ga perlu istimewa kaya si komikus super diatas.... bekerja sebagai pegawai di jakarta...
----------------------------------------------------------------------------------------
Studi khasus:
* Seorang karyawan, lulusan S1 jurusan IT (true story) gaji awal 5jt per bulan, Gaji naik setiap 2 tahun sebesar 1,5x lipat, dibulatkan.
* Biaya kebutuhan di kota Jakarta (Kost, makan, dolan, internet, pulsa, perpuluhan -bagi yg kristen- dll) anggap saja 2,5 juta perbulan... tapi karena BBM naik, jadi 3 juta perbulan.
* Harga rumah di jakarta (perumahan agak jauuuh dr kota, misal: daerah BSD) 3,8 juta per meter persegi. Jadi, rumah seluas 220m persegi. Berdasarkan survey,
http://www.rumahdanproperti.com/rumah/r66239.aspx Harga rumahnya sudah 850 juta.
Pertanyaan:
Berapa lama sang karyawan dapat membeli rumah yang <saat ini> senilai 850juta?
Jawab:
Rumus (Gaji perbulan * 24 bulan) - (Biaya operasional (fixed cost) perbulan * 24 bulan)
Tabungan Tahun 1-2 : (5 * 24) - (3 * 24) = 120 - 72 = 48 Juta
Tabungan Tahun 3-4 : (7,5 * 24) - (3* 24) = 180 - 72 = 108 Juta
Tabungan Tahun 5-6 : (12 * 24) * 2) - (3* 24) = 288 - 72 = 216 Juta
Tabungan Tahun 7-8 : (17 * 24) - (3* 24) = 408 - 72 = 336 Juta
Tabungan Tahun 9-10 : (25 * 24) - (3* 24) = 600 - 72 = 528 Juta
Selama 10 tahun, Pegawai ini berhasil menabung sebesar 1,236 Milyar

Harga rumah yg 850 juta tadi, 10 tahun kedepan pasti naik dooong.... jadi kira kira harganya bisa jadi 3 Milyar lah.... (kenaikan harga biasanya per 5 tahun naik 1,5x lipat)... kapan sampenya

Makanya solusinya si pegawai perlu mulai KPR (kredit rumah) jangka waktu 10 tahun. mulai dari tahun ke 4 dia bekerja (tabungan sudah 156 juta, bisa buat uang muka), anggap setelah 4 tahun, harga rumahnya jadi 1M...
Hitungan KPR:
http://www.rumahdanproperti.com/simulasikpr.aspx?tipeProperti=1&harga=850.000.000&lama=1&dp=10&bunga=10Kalo komikus, boro-boro mikirin KPR.
---------------------------------------------------------------------------------
Edit: Hitungan-hitungan ini terbatas jika Anda karya Anda
hanya diterbitkan di Indonesia. Entah apapun penerbitnya. Angka-angka diatas juga tidak 100% benar, tetapi MENDEKATI. Kondisi sesungguhnya gak akan jauh-jauh dari situ. Kalau penasaran mau tau pastinya silahkan bertanya ke penerbit masing-masing dan menghitunglah.

Profesi komikus di Indonesia sebenarnya masih bisa. Asalkan, si komikus aktif cari jalur
"mlipir" untuk go-internasional.
Bukan profesi "Komikus" nya yang salah. tetapi pasar nya yang kurang prospek.. Jadi, silahkan mempertimbangkan matang-matang jika ingin berkarir komikus di Indonesia.
Yang jelas, pesan saya Yang terakhir..... apapun profesi Anda, Minimal banget pendapatan yang Anda peroleh adalah 150% dari beban perbulan Anda. Yang 50% ditabung/diinvestasikan buat masa depan. Misalkan contoh Saya di Yogyakarta, beban = Rp.1.000.000,- per bulan, Pendapatan saya haruslah MINIMAL Rp.1.500.000,- perbulan. Anda di Jakarta beban Rp.3.000.000,- per bulan, pendapatan dari profesi Anda MINIMAL Rp.4.500.000,- perbulannya. Jika dibawah itu, Cek prospek masadepannya. Jika masa depan masih suram (susah ada peningkatan).....
THINK TWICE!Salam!
WizemakerS