Pages: [1] 2 3
  Print  
Author Topic: Hitung-hitung kasaran... Nasib Komikus Indonesia  (Read 15502 times)
0 Members and 3 Guests are viewing this topic.
WizemakerS
Super Chibis
***

-WizemakerS-
Karma: 4
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 116
[My Gallery]


WWW Awards Awards: 0
« on: 29 March, 2012, 08:32:37 PM »

Reader advisor: Tulisan ini tidak dibuat untuk mendiskreditkan satu atau beberapa profesi. Tulisan ini hanya memaparkan fakta yang seharusnya tidak tersembunyi. Penulis berharap dengan informasi ini, Anda semakin galau, mendapatkan masukan positif dan semakin maju lagi dalam segala aspek kehidupan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mari kita berhitung sejenak bagi teman-teman komikus lokal dan <yang bercita-cita> jadi komikus. Ini adalah fakta yang mau gak mau akan kalian pikirkan kalau sudah sampai "umurnya"  wow!!

Studi khasusnya komikus yang tinggal di Jakarta dan hanya mengandalkan komik cetak di indonesia, berstatus single.

Berbagai asumsi:

  • Menulis sebuah buku komik, 180 halaman kira-kira dapat dikerjakan dalam waktu 3 bulan dengan 1 orang asisten (speed: 2 page per day).
  • Naskah diproses (asistensi dengan editor), antri diterbitkan, diterbitkan, didistribusikan, sampai ke royalti pertama diterima, jaraknya 6 bulan.
  • Jadi, total waktu yang diperlukan untuk memetik hasil dari kerja keras +- 9 bulan.
  • Buku dicetak anggap saja rata-rata 3000 eksemplar.
  • 1 Buku dicetak ulang rata-rata 3x (wow... terlalu berlebihan sepertinya..  Cool )
  • Harga buku komik: Rp.22.000,- (hanya asumsi, setelah harga BBM naik). Harga buku sebelum pajak +- Rp.20.000,- (untuk mempermudah perhitungan)

Hitung-hitung royalti:

Royalti = (15% * Oplah cetak * harga buku sebelum pajak) - 15% pajak penghasilan

Max royalti 1 cetak = (0,15 * 3000ex * Rp.20.000,-) - 15% pajak penghasilan =

Rp.9.000.000,- - (9.000.000 * 0,15) = Rp.9.000.000,- - Rp.1.350.000,- +-  Rp. 7.650.000,-

Dapatnya kapan? kalo komiknya laku keras, nilai segini bisa didapatkan kira kira 3 bulan setelah distribusi maksimal. Jadi anggap saja 1 tahun semenjak proses pembuatan komik, kita dapat memetik hasil MAKSIMAL sebesar Rp. 7.650.000,- untuk 1 buku komik.

1 tahun anggap saja bisa bikin 3 buku komik (9 bulan kerja, 3 bulan libur-libur). Jadi penghasilan setahun MAKSIMAL Rp.22.950.000,-

Sekarang, coba dihitung biayanya....
Anggap saja komiknya full digital, jadi tone-tone mahal lupakan dulu deh...
Bayar asisten 1 orang, Upah Minimum Kota (UMR 2012) DKI Jakarta Rp1.529.150,-
Sumber: http://sariful.com/umr-2012-untuk-daerah-dki-jakarta-depok-bogor-tangerang-bekasi-dan-daerah-lainnya-di-indonesia.html

Biaya asisten setahun: Rp1.500.000,- * 12 = Rp.18.000.000,-
Biaya listrik, air (atau kost), internet, makan, BENSIN, rekreasi di jakarta anggap saja per bulan Rp.3.000.000,-, setahun = Rp.36.000.000,- Itu belum ada tanggungan anak-istri.

Jadi, total penghasilan = Rp.22.950.000,- total beban = Rp.54.000.000,- setiap tahun.

Jadi, sang komikus menderita kerugian Rp.31.050.000,- setiap tahun.


Komik untuk jangka panjang? oke.... skarang kita coba hitung 5 tahun aja ya...
Karena investasi jadi tahun ke 5 baru "mengunduh" hasil komik yang dibuat dari tahun 1-4. Dalam 4 tahun bisa bikin 12 buku komik (wuih.... super produktif kalo di indonesia)... Woww!!

Asumsi: komik tahun pertama - ketiga sudah dicetak ulang 3x karena saking lakunya. Jadi total oplah 9.000 eksemplar untuk 9 buku pertama, dan 3000 eksemplar untuk 3 buku tahun keempat. Sakti nih komikus.. laku semua bukunya. (9.000 * 9) + (3 * 3.000) =  90.000 Bukunya ludes terjual.

(Rp. 7.650.000,- * 3 * 9) + (Rp. 7.650.000,- * 3)   = Rp. 229.500.000,-

banyak yaaaa~ skarang hitung beban selama 5 tahun.

Rp.54.000.000,- * 5 = Rp.270.000.000,-

Wah, lumayan...  CUMA DEFISIT Rp.40.500.000,-.

Berhubung penghasilan bikin komik ga pengaruh sama posisi, gimana kalau kita memperkecil beban dengan pindah ke kota kecil? Misalnya YOGYAKARTA (kota saya)... Ayo dihitung bebannnya...


Perbulan kalau di YOGYAKARTA bisa hidup PAS PAS AN dengan Rp.1.000.000,- perbulan. Jadi = Rp.60.000.000,- untuk 5 tahun. UMR pegawai (untuk asisten) di  Yogyakarta = Rp 892.660,- * 5 tahun = Rp.54.000.000,- (dibulatkan). Jadi total beban kalau hidup di Yogyakarta + bayar 1 asisten selama 5 tahun = Rp. 114.000.000,-

So, Rp. 229.500.000,- - Rp. 114.000.000,- = Rp.115.500.000,-

Banyak ya? masa sih? Kapan mau beli rumah? kapan mau beli mobil? kapan mau jalan-jalan ke luar negri? kapan kapan.... tertawa ala onion head

Itulah sebabnya ketika komikus sudah diatas umur 25 tahun, banyak yang pindah jalur  There is nothing my sword can't cut!!!

----------------------------------------------------------------------------------
Bandingkan sama hitung-hitungan kasar seorang lulusan S1 dari jurusan IT yang "lumayan" lah... ga perlu istimewa kaya si komikus super diatas.... bekerja sebagai pegawai di jakarta...

----------------------------------------------------------------------------------------
Studi khasus:

* Seorang karyawan,  lulusan S1 jurusan IT (true story) gaji awal 5jt per bulan, Gaji naik setiap 2 tahun sebesar 1,5x lipat, dibulatkan.
* Biaya kebutuhan di kota Jakarta (Kost, makan, dolan, internet, pulsa, perpuluhan -bagi yg kristen- dll) anggap saja 2,5 juta perbulan... tapi karena BBM naik, jadi 3 juta perbulan.
* Harga rumah di jakarta (perumahan agak jauuuh dr kota, misal: daerah BSD) 3,8 juta per meter persegi. Jadi, rumah seluas 220m persegi. Berdasarkan survey, http://www.rumahdanproperti.com/rumah/r66239.aspx Harga rumahnya sudah 850 juta.

Pertanyaan:
Berapa lama sang karyawan dapat membeli rumah yang <saat ini> senilai 850juta?

Jawab:
Rumus (Gaji perbulan * 24 bulan) - (Biaya operasional (fixed cost) perbulan * 24 bulan)
Tabungan Tahun 1-2 : (5 * 24) - (3 * 24) = 120 - 72 = 48 Juta
Tabungan Tahun 3-4 : (7,5 * 24) - (3* 24) = 180 - 72 = 108 Juta
Tabungan Tahun 5-6 : (12 * 24) * 2) - (3* 24) = 288 - 72 = 216 Juta
Tabungan Tahun 7-8 : (17 * 24) - (3* 24) = 408 - 72 = 336 Juta
Tabungan Tahun 9-10 : (25 * 24) - (3* 24) = 600 - 72 = 528 Juta

Selama 10 tahun, Pegawai ini berhasil menabung sebesar 1,236 Milyar Smiley

Harga rumah yg 850 juta tadi, 10 tahun kedepan pasti naik dooong.... jadi kira kira harganya bisa jadi 3 Milyar lah.... (kenaikan harga biasanya per 5 tahun naik 1,5x lipat)... kapan sampenya  2funny

Makanya solusinya si pegawai perlu mulai KPR (kredit rumah) jangka waktu 10 tahun. mulai dari tahun ke 4 dia bekerja (tabungan sudah 156 juta, bisa buat uang muka), anggap setelah 4 tahun, harga rumahnya jadi 1M...

Hitungan KPR:
http://www.rumahdanproperti.com/simulasikpr.aspx?tipeProperti=1&harga=850.000.000&lama=1&dp=10&bunga=10

Kalo komikus, boro-boro mikirin KPR.  Skull  



---------------------------------------------------------------------------------
Edit: Hitungan-hitungan ini terbatas jika Anda karya Anda hanya diterbitkan di Indonesia. Entah apapun penerbitnya. Angka-angka diatas juga tidak 100% benar, tetapi MENDEKATI. Kondisi sesungguhnya gak akan jauh-jauh dari situ. Kalau penasaran mau tau pastinya silahkan bertanya ke penerbit masing-masing dan menghitunglah. >:3

Profesi komikus di Indonesia sebenarnya masih bisa. Asalkan, si komikus aktif cari jalur "mlipir" untuk go-internasional. Bukan profesi "Komikus" nya yang salah. tetapi pasar nya yang kurang prospek.. Jadi, silahkan mempertimbangkan matang-matang jika ingin berkarir komikus di Indonesia.

Yang jelas, pesan saya Yang terakhir..... apapun profesi Anda, Minimal banget pendapatan yang Anda peroleh adalah 150% dari beban perbulan Anda. Yang 50% ditabung/diinvestasikan buat masa depan. Misalkan contoh Saya di Yogyakarta, beban = Rp.1.000.000,- per bulan, Pendapatan saya haruslah MINIMAL Rp.1.500.000,- perbulan. Anda di Jakarta beban Rp.3.000.000,- per bulan, pendapatan dari profesi Anda MINIMAL Rp.4.500.000,- perbulannya. Jika dibawah itu, Cek prospek masadepannya. Jika masa depan masih suram (susah ada peningkatan)..... THINK TWICE!


Salam!
WizemakerS
« Last Edit: 30 March, 2012, 01:15:56 PM by WizemakerS » Logged
king_of_pen
Moderator Group
Manga Super Sensei
*


Karma: 18
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 6440
[My Gallery]


WWW Awards Awards: 10
ChakrabirawaKitKat / giri chokoNonomoheBronze CoinI'm stickmanHallowen Challange judgeDev watcherWinners The Duel of IndoManga Fighters 2XLoserOOTer
« Reply #1 on: 29 March, 2012, 09:01:33 PM »

Pertamax Pertamax Pertamax  PETROMAXXX!!!   Minyaak!! Minyaak!! Minyaak!!

jadi? intinya?  hehehe
Logged
WizemakerS
Super Chibis
***

-WizemakerS-
Karma: 4
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 116
[My Gallery]


WWW Awards Awards: 0
« Reply #2 on: 29 March, 2012, 09:03:23 PM »


jadi? intinya?  hehehe
Simpulkan sendiri  rolling on the floor
Logged
king_of_pen
Moderator Group
Manga Super Sensei
*


Karma: 18
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 6440
[My Gallery]


WWW Awards Awards: 10
ChakrabirawaKitKat / giri chokoNonomoheBronze CoinI'm stickmanHallowen Challange judgeDev watcherWinners The Duel of IndoManga Fighters 2XLoserOOTer
« Reply #3 on: 29 March, 2012, 09:10:26 PM »

makanya situ lebih suka jadi penulis buku ya?  hehehe
Logged
WizemakerS
Super Chibis
***

-WizemakerS-
Karma: 4
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 116
[My Gallery]


WWW Awards Awards: 0
« Reply #4 on: 29 March, 2012, 09:11:59 PM »

makanya situ lebih suka jadi penulis buku ya?  hehehe

Wakakaka... iya... Buku bikinnya lebih cepet dari komik, ga perlu asisten, harganya lebih mahal (apalagi kalo bewarna)  Cheesy

Tapi sama aja kok. Kalo berhubungan dengan indonesia, hasilnya tetep kurang "CUAN"  trolling face
Logged
veleries
Chibis Pemula
*


Karma: 1
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 29
[My Gallery]


Awards Awards: 0
« Reply #5 on: 31 March, 2012, 09:16:11 PM »


Jadi, sang komikus menderita kerugian Rp.31.050.000,- setiap tahun.


Banyak ya? masa sih? Kapan mau beli rumah? kapan mau beli mobil? kapan mau jalan-jalan ke luar negri? kapan kapan.... tertawa ala onion head

kapan ya.....  Skull
Logged
X Kanopi
Chibis Pemula
*


Karma: 0
Offline Offline

Posts: 6
[My Gallery]


Awards Awards: 0
« Reply #6 on: 31 March, 2012, 11:40:48 PM »

Salam Kenal, kami dari X KANOPI, kami mewakili sebuah Industri Komik, games dan Animasi dari malang Jawa Timur.

Saya hanya ingin meluruskan, ada beberapa hal yang perlu dipahami mengenai profesi sebagai "Komikus" atau 'Animator', baik untuk game, komik dan animasi.

Pertama: banyak sekali orang yang tidak memahami, apabila Komik, Game dan Animasi bukanlah pekerjaan 'PERORANGAN' atau "1 INDIVIDU'. komik, game dan animasi adalah pekerjaan 1 tim yang terdiri dari beberapa atau bahkan banyak orang.

komik yang dikerjakan sendirian, berbeda dengan komik yang digarap per tim. apabila dicontohkan oleh TS, membutuhkan 3 bulan untuk komik 180 halaman, di industri kami hanya membutuhkan waktu 1 bulan. dan dalam 1 bulan, kami memproduksi LEBIH dari 1 judul komik. jadi dalam 1 bulan, kami bisa memproduksi komik/buku pendidikan untuk anak-anak hingga 4 judul. dan tahun lalu, kami memproduksi 44 judul buku dalam 1 tahun,

sudah ada sekitar 40 judul karya kami yang telah terbit, silahkan di check di
http://www.gramedia.com/index.php/mencari/book/x%20kanopi

Kedua: Komik, adalah awal dari perjalanan panjang menuju animasi dan game, live action, dll. ada banyak sekali industri yang menanti di depan komik. dalam industri game dan animasi, jumlah pendapatannya jauh lebih besar, dan jauh lebih mustahil apabila dikerjakan oleh 1 orang individu saja. semakin berkembang sebuah industri komik, mereka akan semakin merambah banyak media baru, bukan hanya komik, juga animasi atau game, live action, dll.

silahkan check animasi2 buatan kami di
http://www.youtube.com/watch?v=T0zShZBSPh0&feature=youtu.be

Ketiga: Banyak yang tidak paham, untuk Bertahan hidup dalam jalan sebagai seorang komikus atau animator, dibutuhkan MANAJEMEN yang baik, Kerja Sama team, PROFESIONALISME, dan banyak hal lain. kebanyakan komikus yang kami temui menganggap profesi sebagai Komikus hanya sekedar hobi saja. padahal komikus itu lebih dari hanya sekedar hobi, beberapa sudah menjadikan itu sebagai sebuah profesi dengan sumber pemasukan tetap (Dengan manajemen dan kerjasama tim yang baik tentunya)

untuk masalah omzet, omzet industri kami mencapai 250 - 300 juta per tahun, dengan total 12 orang karyawan tetap, dan belasan karyawan freelance lainnya.

pertanyaannya, mengapa banyak komikus yang berakhir bekerja sendiri???

hasil penelitian menunjukkan, kebanyakan komikus memiliki tingkat idealis dan individualis yang tinggi, hal tersebut yang membuat mereka sulit untuk bekerja dalam tim (kami sudah menemukan komikus seperti itu tidak terhitung). mereka punya kecenderungan sulit untuk mengakui kekurangan karyanya dan menerima masukan dan arahan dari orang lain yang lebih paham dari mereka, orang yang memberi arahan itu mungkin adalah atasannya, editor, atau lainnya.

semoga informasi yang kami berikan memberikan manfaat, terima kasih  Smiley Smiley Smiley Smiley
Logged
WizemakerS
Super Chibis
***

-WizemakerS-
Karma: 4
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 116
[My Gallery]


WWW Awards Awards: 0
« Reply #7 on: 01 April, 2012, 02:23:14 AM »

Wah, terimakasih sharingnya untuk tim X Kanopi. Memang benar bahwa untuk industri komik yang sebenarnya secara ideal dikerjakan oleh 4-5 orang. Namun hal ini akan berbanding lurus dengan beban dan pemasukan. Misalnya jika hanya 2 orang 3 bulan hanya jadi 1 buku, mungkin dengan 12 orang, akan lebih banyak karya yang dihasilkan. Permasalahannya adalah semakin banyak orang yang terlibat, beban gaji juga semakin besar.

Omset yang dimaksudkan disini apakah total pendapatan atau total keuntungan? Jika total pendapatan, saya rasa masih sangat kecil mengingat studio Anda menanggung beban 12 karyawan tetap dan belasan freelance. Anggap saja 300 juta itu murni pendapatan yang dibagikan sebagai gaji pada 12 orang karyawan (biaya listrik, dll sudah dipotongkan, abaikan freelancer) Pertahun 1 karyawan tetap di studio Anda hanya mendapatkan 25 juta rupiah alias 2 juta-an perbulan. Sama dengan perhitungan saya diatas yang juga hasilnya 2 juta-an perbulan.  Smiley

Jika studio Anda terletak di Malang, hasil 2 juta perbulan itu memang sudah diatas UMR Kabupaten Malang (Rp.1130500) http://allows.wordpress.com/2009/01/12/informasi-upah-minimum-regional-umr/

Namun, bayangkan jika studio Anda berdomisili di Jakarta. Smiley

Saya tidak bermaksud menyinggung. Mohon dikoreksi jika saya salah dalam berasumsi.  not worthy

Namun memang sekali lagi ukuran kesuksesan komikus tidak boleh hanya diukurkan dengan uang. Ada juga faktor lain yaitu kepuasan dalam berkarya.

Sekali lagi memang yang saya tekankan disini adalah industri / market Indonesia lah yang belum bisa menghargai komikus secara maksimal. Jika dikaitkan dengan case-study karyawan IT di thread starter, itu kebetulan aja memang dia mendapatkan perusahaan (marketnya dia) yang bisa menghargai dengan cukup baik. Lain juga ceritanya jika Karyawan IT itu bekerja di market yang kurang baik. Nasibnya juga gak jauh beda dengan Komikus ini.  Afro

*Edit, sedikit menambahkan karena disini diskusinya kurang "berjalan", di FB saya lebih banyak dan sangat menarik. Yang komentar juga komikus-komikus pro se Indonesia. Silahkan dinikmati Smiley

Topik sudah ku set "public" di FB. jadi, gak perlu fren ama ane kalo sekedar mau baca.

https://www.facebook.com/WizemakerS/posts/10150698865383936

« Last Edit: 02 April, 2012, 06:44:15 PM by WizemakerS » Logged
X Kanopi
Chibis Pemula
*


Karma: 0
Offline Offline

Posts: 6
[My Gallery]


Awards Awards: 0
« Reply #8 on: 01 April, 2012, 02:48:46 AM »

Betul mas, tahun lalu omzet kami sekitar itu, namun tahun ini mengalami peningkatan yang luar biasa (kami menjajaki games dan animasi tahun ini), Alhamdulillah untuk kesejahteraan karyawan dapat terus meningkat.

saya hanya menekankan... perhitungan itu tidak saklek mengingat industri terus tumbuh dan berkembang...
angka yang saya sebutkan tadi kemungkinan besar akan berubah drastis tahun ini... mengingat ada beberapa proyek yang sedang kami kerjakan saat ini nilainya sama dengan pemasukan kami 1 tahun (untuk tahun lalu). itu yang tadi saya maksudkan... saya ingin meluruskan... bahwa profesi ini memiliki masa depan yang luar biasa... dan tidak suram... karena sumber pemasukan saat ini tidak hanya menunggu dari penerbit.

jadi karena saya melihat banyak orang memiliki pandangan bahwa komikus dan animator itu kesejahteraan rendah dan tidak memiliki masa depan. saya dirikan sebuah industri yang dapat merubah pandangan banyak orang.

menurut saya semua profesi baik, terutama seperti komikus dan animator yang bertugas membuat cerita atau media yang mendidik masyarakat. mengingat anak2 lebih senang dengan media pendidikan berupa animasi dan komik.

o iya, sedikit masukan, karena saat ini kami banyak terlibat menggarap proyek dengan orang asing, mereka selalu mengingatkan kami dengan "THINK OUT OF THE BOX",

Untuk komikus dan animator, Insya Allah tidak perlu berada di jakarta untuk berkarya mas, kami mendapat pesanan illustrasi, komik, game dan animasi tidak hanya dari indonesia, tetapi juga dari luar negeri.  Smiley Smiley Smiley

« Last Edit: 01 April, 2012, 03:15:44 AM by X Kanopi » Logged
WizemakerS
Super Chibis
***

-WizemakerS-
Karma: 4
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 116
[My Gallery]


WWW Awards Awards: 0
« Reply #9 on: 01 April, 2012, 09:02:51 AM »

o iya, sedikit masukan, karena saat ini kami banyak terlibat menggarap proyek dengan orang asing, mereka selalu mengingatkan kami dengan "THINK OUT OF THE BOX",

Untuk komikus dan animator, Insya Allah tidak perlu berada di jakarta untuk berkarya mas, kami mendapat pesanan illustrasi, komik, game dan animasi tidak hanya dari indonesia, tetapi juga dari luar negeri.  Smiley Smiley Smiley


Yap. Thats the whole point. Pilihlah market yang benar-benar bisa menghargai karya Anda dengan baik. Dan itu artinya diluar Indonesia.

Saya share sedikit saja mengenai apa yang saya lakukan. Tapi jangan dianggap sebagai "sombong", "Arogan", pray pray pray atau "promosi" ya Roll Eyes Semoga bisa menginspirasi yang lainnya  hilarious

Saya tahun lalu menulis buku (bukan komik) tentang cara menggambar komik. Saya bekerjasama dengan penerbit Indonesia yang cukup "spesial". Mereka memang penerbit baru (baru 2010), tidak terdengar namanya namun mereka memiliki kerjasama dengan 3 market luar negri (e-book). Yaitu AMAZON, ITUNES APPLE, KOBOBOOK STORE. Buku saya diterbitkan di Indonesia dan kemudian ditranslasikan dalam bahasa Inggris dalam bentuk digital untuk masuk ke 3 pasar e-book tersebut.



    Dari satu buku ini saja, Setiap bulannya saya mendapatkan passive-income Rp.2.000.000,- lebih. Total royalti yang sudah saya dapatkan saat ini mencapai 20-an juta dan masih akan terus bertambah secara eksponensial tanpa bekerja. Padahal, buku saya samasekali tidak best seller, Penjualannya biasa aja....

    Kok bisa?

    Simple math:

    Luar Negri dan E-BOOK

    Kalau diluar-negri, penerbitan yang kecil-kecil sudah banyak yang bangkrut karena pasar beralih ke E-BOOK. Memang harga e-book hanyalah 1/3 dari buku fisik (karena tidak membutuhkan biaya cetak dan distribusi). Namun royalti yang dibayarkan ke penulis bisa jauh lebih besar (Contoh: Persen royalti di Amazon ada 2 opsi: 35% dan 70%. 35% jika mau berinvestasi untuk diiklankan amazon).

    E-book juga merupakan sumber yang tidak terbatas (unlimited) karena tidak akan habis di toko bukunya dan tidak perlu cetak ulang.

    Bandingkan toko buku fisik yang hanya menyetok buku Anda beberapa puluh... jika itu habis, ya sudah... tunggu kiriman lagi kalau ada. Toko buku juga punya kendala -tempat- Setiap bulan banyak sekali keluar buku-buku baru. Jika buku tidak laris, umurnya di toko buku gak lama rolling on the floor pasti dengan cepat digantikan buku baru dan masuk ke kotak obralan.

    Karena saya tinggal di Indonesia, inilah keuntungan berikutnya... Harga E-BOOK yang seharusnya 1/3nya malah dikalikan 3. Alasannya, harganya di convert jadi $$$$ dulu baru di bagi 3. Buku senilai RP.35.000,- di-conver jadi $35 kemudian dibagi 3. Jadi, buku saya harganya malah $10 (alias dikalikan 3 dari buku cetak fisik Indonesia). Bisa di cek di tautan yang bersangkutan.

    Royalti 35%, jadi kira-kira penjualan 1 buku bisa mendapatkan $3,5. Sebulan bukunya bisa laku 100 eksemplar saja.... sudah $350.  Woww!!

    Saya saat ini sedang studi lanjut sehingga banyak waktu yang tersita, tidak sempat bikin karya lagi. Namun, selama ini saya hanya mengandalkan pemasukan royalti dari 1 buku itu saja setiap bulan tunggu transferan yang besarnya bertambah secara eksponensial  Smiley

    Saya memiliki tabungan 1 Buku lagi yang masih andtri untuk launch di pasar ebook, baru proses translasi (sudah terbit untuk pasar Indonesia untuk buku berbentuk fisik) dan sedang menulis 1 buku lagi  Smiley

    Saya menulis buku itu dalam waktu satu bulan dan masih sebagai hobi (bukan profesi). Bayangkan, dalam setahun saya hanya menulis 3 buku dan ekspektasi saya jika dirata-rata saja satu buku passive income 2 juta, penghasilan passive income 3 buku bisa mencapai 6 juta perbulan. Bayangkan jika saya menjadikannya sebagai profesi, membuat tim-tim dan mengembangkannnya lebih jauh seperti X Kanopi sehingga sebulan bisa menelurkan beberapa karya Big smile


    Inilah yang menyebabkan kenapa kok Saya memposting mengenai hal ini. Saya sudah melihat dengan mata-kepala saya sendiri laporan royalti selama setahun untuk 1 buku itu.

    Royalti lokal: 5 jutaan dalam SETAHUN
    Royalti luar : 15 juta dalam 10 Bulan

    Angka ini dicetak dari buku yang biasa aja. Bayangkan jika bukunya best seller. Berapa kali lipat yang akan didapatkan?  Afro

    Maka dari itu, saya menekankan bahwa penulis, komikus, animator, dll harus cerdik-cerdik "melepas" karyanya ke market. PILIHLAH PENERBIT yang BISA MENJUAL KARYA ANDA dengan sangat bijak. Targetlah "MARKET" yang menghargai tinggi karya Anda dan benar yang dikatakan X Kanopi, "THINK OUT OF THE BOX". There is nothing my sword can't cut!!![/list]

    Ps: Sepertinya akan saya coba untuk komik Grin
    « Last Edit: 01 April, 2012, 02:08:15 PM by WizemakerS » Logged
    X Kanopi
    Chibis Pemula
    *


    Karma: 0
    Offline Offline

    Posts: 6
    [My Gallery]


    Awards Awards: 0
    « Reply #10 on: 01 April, 2012, 02:50:31 PM »

    Iya mas, jadi yang ingin saya tekankan... seperti halnya yang telah mas Ivan jabarkan mengenai prestasi mas Ivan yang luar biasa, kami yakin, profesi komikus dan animator memiliki masa depan yang luar biasa dan tidak suram.

    X Kanopi sendiri pendatang baru di Industri komik dan animasi, masih banyak yang lebih senior dari kami. tapi untuk masalah pengembangan industri dan karier perusahaan juga kesejahteraan seorang komikus atau animator. semua tergantung dari apakah komikus tersebut dapat "Think Out Of The Box"

    bagi kami, komik yang diterbitkan merupakan media riset dan media untuk branding. setelah figur yang dikomikkan terbit dan melekat kuat di hati masyarakat, kami akan angkat menjadi animasinya. setelah animasinya terbit dan tokoh yang ada di dalam komik dan animasi tadi semakin disukai, harapan kami bisa merambah bisnis merchendise, boneka, kaos, tas, dll.

    kuncinya 'think out of the box'  Smiley Smiley Smiley

    Mari kita majukan dunia komik, animasi, dan pendidikan indonesia  Smiley Smiley Smiley
    « Last Edit: 01 April, 2012, 02:56:23 PM by X Kanopi » Logged
    WizemakerS
    Super Chibis
    ***

    -WizemakerS-
    Karma: 4
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 116
    [My Gallery]


    WWW Awards Awards: 0
    « Reply #11 on: 01 April, 2012, 05:19:20 PM »

    Wah... Saya juga prestasi belum apa-apa kok. Buku juga baru 2-3 aja. Masih anak kemarin sore  Smiley Cuma kebetulan aja mendapatkan channel yang pas. Nothing more. Smiley

    Kalau ada pembaca lain yang tertarik mau go e-book ato mau tanya lebih detail boleh PM saya Wink

    Maju terus dunia Komik, Animasi dan pendidikan di Indonesia! meski "out of the box", "non main stream", lewat jalur "mlipir"... hehehe....
    « Last Edit: 01 April, 2012, 05:25:35 PM by WizemakerS » Logged
    Amuu
    ME participant
    Super Chibis
    *

    Yok kita loncat
    Karma: 1
    Offline Offline

    Posts: 115
    [My Gallery]


    Awards Awards: 2
    Dev watcherParticipant The Duel of IM Fighters
    « Reply #12 on: 01 April, 2012, 07:07:32 PM »

    nggak ngerti... wakakaka.... ane masih mikirin ujian.....  Cheesy Cheesy Cheesy
    Logged
    Zee
    Ane-chan
    Manga Sensei
    *


    Karma: 13
    Offline Offline

    Gender: Female
    Posts: 1062
    [My Gallery]


    WWW Awards Awards: 8
    Emot MasterHallowen Challange judgeBronze CoinDev watcherTintaKADOIndomanga's MemberChocolate cake (Hadiah Valentine 2009)
    « Reply #13 on: 02 April, 2012, 11:23:16 AM »

    @WizemakerS dan X Kanopi

    Terima kasih buat threadnya yg menarik dan membuka mata. Kenapa thread di Indomanga tidak "sehidup" yang di FB? Mungkin karena kebanyakan member Indomanga adalah pemula di dunia komik, jadi mereka belum mengalami/memikirkan ttg penghasilan dari komik dulu.

    Kebanyakan member IM masih sekolah/kuliah dan lebih bertujuan untuk belajar dan menghasilkan komik secepatnya, berharap bisa segera dapat gelar "Komikus". Mudah2an dengan thread ini mereka bisa lebih menyadari seperti apa tanggung jawab dan beban menyandang gelar "komiikus" itu.

    Bisa dibilang IM adalah tempat belajar dan membangun jaringan sesama (calon) komikus indonesia (dan beberapa member IM memang akhirnya bisa kerjasama/membentuk tim dan menerbitkan karya). Tapi sayang  tidak banyak komikus pro yg bisa meng-edukasi para member IM ini ttg realitas dunia komik, terutama dunia komik indonesia. Jadi thread ini benar2 berguna.
    Logged
    king_of_pen
    Moderator Group
    Manga Super Sensei
    *


    Karma: 18
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 6440
    [My Gallery]


    WWW Awards Awards: 10
    ChakrabirawaKitKat / giri chokoNonomoheBronze CoinI'm stickmanHallowen Challange judgeDev watcherWinners The Duel of IndoManga Fighters 2XLoserOOTer
    « Reply #14 on: 02 April, 2012, 01:12:40 PM »

    saya minta kalau bisa glomod menandai tread ini sebagai tread yg bagus. sehingga info2 seperti ini bisa diketahui member2 lainnya yg memang bercita2 menjadi komikus sehingga siap dengan segala kemungkinan yg dibutuhkannya....  Smiley
    Logged
    Pages: [1] 2 3
      Print  
     
    Jump to: